Bronkopneumonia Serang Si Tubuh Lemah

Bronkopneumoni atau yang juga dikenal sebagai Pneumoni, merupakan suatu proses peradangan paruatau inflamasi yang terjadi di saluran pernapasan, terutama pada percabangan kecil (bronkiolus) sampaikekantungudara (alveoli).

Padaumumnya, Bronkopneumoni terjadi karenai nfeksi yang disebabkan oleh kumanatau bakteri, virus, danjamur yang ditularkan melalui udara (droplet). Penyakit ini sering terjangkit pada manusia yang memiliki sistem imun yang rendah dan terganggu. Bronkopneumoni bisa pula disebabkan atau dipicuoleh faktor lain.

Odoo • Image and Text

“Misalnya karena paparan asap yang terhirup waktu terjadi kebakaran, atau oleh paparan bahan-bahan kimia lain yang bersifat toxic atau iritatif yang merusak selaput lendir saluran napas. Bisa juga karena tersedak makanan atau aspirasi yang kemudian diperparah oleh adanya kuman”.

Seperti telah lama kita ketahui, sejatinya tubuh manusia mempunyai sistem pertahanan tubuh atau sistem imun yang cukup memadai untuk menolak, mengisolasi, atau memberi respon dan perlawanan terhadap masuknya benda asing dan kuman kedalam tubuh. Demikian pula pada sistem saluran pernapasan yang memiliki sistem pertahanan kuat yang dimulai dari bagian luar (lubanghidung) sampai kesaluran napas bagian dalam berupa bulu-bulu hidung, selaput lendir dan komponensel-selimun di dalamnya.

Padaselaput lendir pernapasan bagian dalam paru terdapat bulu-bulu getar (silia) dan kelenjar yang menghasilkan sekretatau lendir yang berfungsi untuk menangkap dan membersihkan kuman atau benda asing yang terhirup kedalam paru.

Beberapa orang yang mempunyai potensi tinggi untuk terkena penyakit Bronkopneumoni. Diantaranya adalah:

  • Hal ini disebabkan karena sistem imun yang belum terbentuk dengan sempurna.
  • Para lansia dengan usia diatas 65 tahun yang sudah mulai mengalami penurunan sistem imun.
  • Orang-orang dengan riwayat penyakit paru. Seperti asma atau penyakit kistik fibrosis.
  • Penderita PPOM (Penyakit Paru Obstruktif Menahun) yang sejak awal sudah mengalami peradangan kronis.
  • Orang Dengan HIV AIDS (ODHA)
  • Penderita penyakit kronis seperti diabetes, stroke, parkinson, gagal jantung, gagal ginjal, penyakit hati, dan lain sebagainya.
  • Penderita kanker yang mendapatkan pengobatan kemotherapy.
  • Penggunaobat-obatan Imuno Supresif (obat yang digunakan untuk menurunkan sistem imun, seperti pada penderita-penderita penyakit Auto Imun – red).
  • Perokok & Alkoholic.
  • Penderita mal nutrisi atau kuranggizi.
  • Pemakaialat bantu pernapasan (ventilator)


Gejala Bronkopnemunia. Kebanyakan kasus penyakit Bronkopneumoni, ditandai dengan gejala awal mirip dengan flu biasa seperti batuk dan pilek, dan disertai sedikit demam. Selanjutnya penyakit yang menyerang salurannapas bagian atas itu meluas turun hingga mengenai saluran napas bawah. Dalam kondisi demikian, gejala yang timbul mengarah kepada gejala yang yang lebih berat seperti sesak dan nyeri dada, batuk menjadi semakin hebat dan disertai dengan dahak yang banyak kekuningan dan kental (terkadang juga disertai dengan darah). Berlanjut pada kondisi panas tinggi dengan suhu 38-41°C. Napas menjadi lebih cepat, kulit kering, penurunan napsu makan,bahkan penurunan kesadaran.

“Biasanya Bronchopneumonia memang didahului dengan flu. Kondisi itu yang menjadi jalan masuk virus kedalam hidung lalu turun hingga saluran napas atas. Gejalanya akan berlanjut pada kondisi panas tinggi dengan suhu 38-41°C. Lalu akan disertai dengan nyeri dada, napas menjadi lebih cepat, kulit kering, penurunan napsu makan, bahkan penurunan kesadaran. Pada saat mengalami kondisi itu sudah seharusnya penderita bisa aware dan memeriksakan ke dokter untuk mendapat pengobatan dan penanganan lebih lanjut”.

Diagnosa & Pengobatan. Diagnosis penyakit Bronkop neumoni ditegakkan berdasarkan gejala penyakit dan pemeriksaan fisik yang sesuai disertai beberapa pemeriksaan penunjang. Dalam hal ini, fotorontgen, dan pemeriksaan laboratorium untuk darah dan dahak.

“Diagnosa pertama dilihat dari bagaimana gejalanya, akan dilihat juga bagaimana riwayat-riwayat penyakit terdahulu, baru setelah itu kita bisa lakukan pemeriksaan fisik apakah ada tanda-tanda yang mengarah kepenyakit Bronkopneumoni atau tidak. Setelah itu kita lakukan juga pemeriksaan penunjang yang biasanya dilanjutkan denganl angkah-langkah seperti foto thorax, pemeriksaan dahak, kultur darah untuk menetapkan agen penyebab seperti virus, bahkan jika memang sangat perluakan dilakukan CT Scan. Semua langkah itu membutuhkan waktu. Sambil menunggu hasil pemeriksaan tadi, terapi tetap dijalankan kepada penderita”.

Berbicara ihwal pengobatan dan penatalaksanaan Bronkopneumoni, tambah dr. Donny, apabila seseorang sudah didiagnosa menderita Bronkopneumoni yang berat dan kondisi umumnya lemah, maka penderita dianjurkan untuk dirawat di RumahSakit demi mendapatkan perawatan intensif.

“Penderita perlui stirahat yang cukup sembari dipenuhi kebutuhan cairan dan gizinya, juga untuk pemberian antibiotik intra vena, oksigen, sertaobat-obat simptomatik lainnya. Beberapa hal tadi tentunya hanya bisa dilakukan jika penderita dirawat di rumah sakit”.

Kadang kala, dalam kondisi tertentu bisa juga dilakukan tindakan yang lebih bersifat infasif seperti bronkoskopi untuk aspirasi atau membersihkan saluran napas.“ Pada orang-orang yang berisiko tinggi terkena Bronkopneumoni, dianjurkan untuk melakukan pemberian vaksinasi seperti vaksin flu dan vaksin Pneumoni. Hal ini memang tidak 100 persen efektif, tetapi paling tidak bisa mencegah terjadinya pneumoni yang berat.

“Tindakan pencegahan sederhana lainnya yang perlu dilakukan dan diperhatikan adalah cucitangan secara regulary, berhenti merokok,kurangi alkohol, hindari kontak langsung dengan orang sakit, diet sehat, olahraga, dan istirahat yang cukup”.